NADIKABAR.COM — Gatam Institute, pusat layanan ortopedi yang mengintegrasikan keahlian dokter spesialis dan robotik di Tangerang, Banten, mencatat telah memberikan layanan kepada lebih dari 167 ribu pasien dengan berbagai permasalahan tulang, sendi dan sistem gerak.
"Pengembangan Gatam Institute bukan hanya tentang menghadirkan teknologi terbaru, tetapi bagaimana seluruh fasilitas, kompetensi dokter, dan layanan pendukung dapat terintegrasi untuk memberikan hasil penanganan yang optimal bagi pasien," kata CEO Eka Hospital, Rina di Tangerang, Sabtu.
Selama lima tahun perjalanan hingga 2026, Gatam Institute mencatat telah melaksanakan 17.257 tindakan operasi ortopedi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 872 merupakan tindakan operasi tulang belakang dengan bantuan teknologi robotik, sementara 154 tindakan lainnya merupakan operasi penggantian sendi lutut total dengan teknologi robotik.
"Capaian tersebut mencerminkan pemanfaatan teknologi robotik dalam penanganan kasus ortopedi yang semakin berkembang, khususnya pada prosedur yang membutuhkan tingkat ketepatan tinggi," tambah Rina.
Chairman Gatam Institute Eka Hospital, Luthfi Gatam menjelaskan, salah satu keunggulan Gatam Institute adalah penggunaan dua sistem robotik untuk mendukung tindakan operasi ortopedi, yakni ExcelsiusGPS dan VELYS Robotic-Assisted Solution.
ExcelsiusGPS digunakan untuk membantu navigasi operasi tulang belakang. Teknologi ini mendukung dokter dalam merencanakan dan melaksanakan prosedur dengan panduan navigasi yang lebih presisi, terutama pada tindakan pemasangan implan tulang belakang.
Sementara itu, VELYS Robotic-Assisted Solution digunakan dalam prosedur penggantian sendi lutut. Teknologi tersebut membantu dokter melakukan perencanaan dan pelaksanaan tindakan berdasarkan kondisi anatomi pasien sehingga penanganan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.
Kehadiran kedua sistem robotik tersebut memperkuat kemampuan Gatam Institute dalam menangani berbagai kasus ortopedi kompleks. Meski demikian, teknologi robotik berperan sebagai alat bantu bagi dokter, sedangkan keputusan klinis dan pelaksanaan tindakan tetap berada di tangan tenaga medis yang kompeten.
Untuk menunjang tindakan bedah, Gatam Institute juga dilengkapi berbagai perangkat pencitraan dan instrumen operasi modern, antara lain O-arm, C-arm 3D, ProAxis Table, RIWOspine Endoscope, PlasmaBlade, serta Ultrasonic Bone Scalpel.
"Kombinasi perangkat tersebut memungkinkan dokter memperoleh dukungan visualisasi dan instrumen yang dibutuhkan selama tindakan operasi, termasuk pada prosedur tulang belakang yang memerlukan ketelitian tinggi," ujarnya.
Selain teknologi, kekuatan Gatam Institute juga ditopang sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khusus di berbagai bidang ortopedi. Saat ini, Gatam Institute memiliki 47 dokter spesialis dan subspesialis ortopedi yang mencakup delapan bidang keahlian, yakni tulang belakang, rekonstruksi dewasa yang meliputi sendi lutut dan panggul, cedera olahraga, ortopedi anak, kanker tulang, tangan dan bedah mikro, bahu dan siku, serta kaki dan pergelangan kaki.
Keberadaan dokter dengan beragam subspesialisasi tersebut memungkinkan pasien memperoleh penanganan berdasarkan jenis penyakit maupun cedera yang dialami.
Misalnya, pasien dengan gangguan tulang belakang dapat memperoleh evaluasi dan penanganan dari dokter yang memiliki keahlian khusus pada bidang tersebut. Begitu pula pasien dengan cedera olahraga, kelainan tulang pada anak, gangguan sendi panggul dan lutut, hingga kasus tumor atau kanker tulang.
"Pendekatan multidisiplin menjadi penting karena permasalahan sistem gerak tidak selalu dapat diselesaikan hanya melalui tindakan operasi. Dalam sejumlah kasus, pasien membutuhkan pemeriksaan lanjutan, terapi konservatif, pengelolaan nyeri, serta program pemulihan yang terarah," katanya.
Untuk melengkapi pelayanan medis, Gatam Institute mengembangkan ekosistem layanan yang tidak hanya berfokus pada tindakan operasi.
Ekosistem tersebut didukung layanan Advanced Radiology untuk pemeriksaan pencitraan diagnostik, termasuk teknologi EOS 3D dan Standing MRI.
Pemeriksaan dengan EOS 3D memungkinkan evaluasi struktur tulang dan postur tubuh dalam posisi berdiri, sedangkan Standing MRI menjadi bagian dari pengembangan teknologi pencitraan yang dapat mendukung evaluasi kondisi anatomi dalam posisi menahan beban tubuh, sesuai indikasi pemeriksaan.
Selain layanan radiologi, terdapat pula Medical Rehabilitation untuk membantu pasien menjalani proses pemulihan fungsi gerak setelah cedera maupun tindakan operasi. Gatam Institute juga menyediakan Pain Management untuk penanganan nyeri serta Eka Gym sebagai fasilitas pendukung aktivitas fisik dan pemulihan pasien.
Integrasi layanan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pasien, mulai dari tahap pemeriksaan awal, penentuan diagnosis, pemilihan metode pengobatan, pelaksanaan tindakan medis, hingga rehabilitasi dan pemulihan.
"Dengan pendekatan tersebut, penanganan pasien diharapkan tidak berhenti setelah operasi selesai, tetapi berlanjut sampai pasien mampu kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara lebih optimal," katanya.