NADIKABAR.COM — Gedung megah Komite Olahraga Nasional (KONI) Klungkung senilai Rp 15,8 miliar ditarget kelar akhir tahun ini. Proyek fasilitas olahraga di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Swecapura ini terus digenjot oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Klungkung.

Pantauan di lokasi pada Sabtu (5/9/2026), pembangunan yang dikerjakan PT Melangit Jaya Mandiri telah memasuki tahapan pemasangan kerangka atap. Bangunan memanjang di sisi barat GOR Swecapura ini tampak dikerjakan dengan masif sejak awal kontrak pada akhir April lalu.

Kepala Dinas PUPR Klungkung, I Made Jati Laksana, mengungkapkan progres pembangunan gedung yang dirancang sebagai sport center representatif ini terus dipantau secara ketat agar rampung tepat waktu sesuai perencanaan kontrak.

"Proyek ini dikerjakan dalam jangka waktu 240 hari kalender dan ditargetkan rampung pada 25 Desember 2026," terang Laksana saat dikonfirmasi, Sabtu (5/9/2026).

Proyek ini, tutur Laksana, didesain modern untuk menampung berbagai cabang olahraga (cabor). Hal itu dilakukan guna menjawab keluhan para pengurus cabor yang selama ini kerap kesulitan mencari tempat latihan standar.

Laksana berharap pembangunan Gedung Serbaguna KONI yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Klungkung ini menjadi fasilitas yang representatif untuk mendukung berbagai kegiatan olahraga, pembinaan atlet, maupun agenda kepemudaan.

Secara visual, desain gedung KONI Klungkung ini mengawinkan gaya tradisional Bali dengan sentuhan modern yang elegan. Fasad bangunan dua lantai ini didominasi oleh penggunaan batu bata ekspos berwarna kemerahan pada bagian pilar, balkon, dan lisplang, yang memberikan kesan hangat dan kokoh.

Area pintu masuk utama tampil megah dengan serangkaian lengkungan (archways) berundak yang menonjol, memberikan nuansa arsitektur klasik yang dipadukan dengan material modern seperti kaca besar di lantai dasar.

Lantai dua dilengkapi dengan balkon panjang dengan pagar besi tempa yang membentang sepanjang bangunan, memberikan akses pandang ke area luar.

Bagian atap sendiri tampak mengadopsi bentuk limasan bertingkat (meru) dengan genteng abu-abu gelap, yang merupakan ciri khas arsitektur Bali, lengkap dengan ornamen ukiran kayu pada sudut-sudut atapnya. Dinding pada lantai dua berwarna abu-abu terang, menciptakan kontras yang menarik dengan elemen batu bata.

Pemkab Klungkung berharap, begitu gedung anyar ini tuntas akhir tahun dan resmi beroperasi, pembinaan atlet di Bumi Serombotan bisa makin masif dan siap melahirkan bibit-bibit unggul yang mampu mengharumkan nama Bali di kancah nasional maupun internasional.