Untuk mendukung penerapan teknologi tersebut, Geely juga mengumumkan kebijakan insentif baru bagi pengguna. Pemilik pertama model baru yang dilengkapi teknologi Geely Smart Charge akan mendapatkan tunjangan pengisian daya sebesar 1.000 yuan atau sekitar Rp2,6 juta per tahun selama dua tahun, dengan total 2.000 yuan atau sekitar Rp5,3 juta. Insentif ini berlaku untuk kendaraan yang dibeli sebelum 1 Januari 2028.

Selain itu, garansi baterai untuk model baru maupun model lama yang memenuhi syarat ditingkatkan dari sebelumnya 8 tahun atau 150.000 km menjadi 8 tahun atau 200.000 km.

Geely telah memperkenalkan teknologi ini pada April tahun ini dan sebelumnya telah diberitakan terkait teknologi tersebut. Setelah kecepatan pengisian mencapai tingkat megawatt, peningkatan waktu pengisian tampaknya menjadi semakin terbatas. Kecepatan pengisian yang ditunjukkan dalam pengujian ini bahkan disebut lebih lambat dibandingkan baterai Shenxing generasi ketiga dari CATL.

Untuk bersaing dengan BYD, kecepatan pengisian saja tidak cukup karena pembangunan stasiun pengisian juga menjadi faktor penting. BYD sendiri akan menyelesaikan pembangunan 20.000 stasiun pengisian cepat pada tahun ini.