NADIKABAR.COM — Geely Auto resmi memperkenalkan teknologi pengisian daya berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama “Geely Smart Charge”, yang didukung model energi besar milik Geely, Xingrui PowerMind.

Laman Carnewschina, Rabu (23/9) waktu setempat melaporkan salah satu bagian utama dari teknologi ini adalah stasiun Geely Smart Charge terbaru yang memiliki daya puncak hingga 2.250 kW atau 2,25 MW melalui satu konektor pengisian, sehingga mencatatkan rekor baru di industri.

Menurut Geely, perusahaan mengintegrasikan model energi Xingrui PowerMind untuk menghadirkan tiga fungsi utama, yaitu Extreme Charge, Smart Charge, dan Auto Charge.

Dengan memanfaatkan algoritma prediksi termal, sistem tersebut dapat memprediksi perubahan suhu baterai hingga 30 detik sebelumnya dan menyesuaikan daya pengisian secara dinamis. Hal ini dilakukan untuk menjaga suhu rata-rata baterai di bawah 55 derajat Celsius dan suhu puncak tetap di bawah 65 derajat Celsius.

Berdasarkan data pengujian dari China Automotive Technology and Research Centre (CATARC), model Lynk & Co 10 yang dilengkapi teknologi tersebut mampu mencapai daya pengisian puncak sebesar 1.093 kW.

Saat melakukan pengisian dari 10 persen hingga 97 persen, suhu baterai tetap di bawah 55 derajat Celsius selama 57 persen dari total waktu pengisian, dengan suhu maksimum yang tercatat mencapai 64 derajat Celsius.

Geely juga memperkenalkan generasi terbaru baterai Aegis Golden Brick ultra-short blade.

Baterai 12C: Digunakan pada Lynk & Co 10 dan Zeekr 001, baterai berukuran 395 mm ini memiliki tingkat pengisian puncak 12C. Dalam kondisi suhu normal, baterai dapat diisi dari 10 persen hingga 70 persen dalam sekitar 4 menit 30 detik, serta dari 10 persen hingga 97 persen dalam sekitar 8 menit 40 detik.

Baterai 6C: Versi berukuran 370 mm yang debut pada Geely Galaxy E5 terbaru ini memiliki tingkat pengisian puncak 6C dan mampu mengisi daya dari 10 persen hingga 70 persen dalam sekitar 8 menit 25 detik.

Hingga akhir 2027, Geely menargetkan pembangunan lebih dari 100.000 konektor pengisian daya di seluruh China. Dari jumlah tersebut, lebih dari 50.000 konektor akan merupakan unit Geely Smart Charge, sehingga diharapkan dapat mencakup seluruh wilayah kabupaten di China.

Untuk mendukung penerapan teknologi tersebut, Geely juga mengumumkan kebijakan insentif baru bagi pengguna. Pemilik pertama model baru yang dilengkapi teknologi Geely Smart Charge akan mendapatkan tunjangan pengisian daya sebesar 1.000 yuan atau sekitar Rp2,6 juta per tahun selama dua tahun, dengan total 2.000 yuan atau sekitar Rp5,3 juta. Insentif ini berlaku untuk kendaraan yang dibeli sebelum 1 Januari 2028.

Selain itu, garansi baterai untuk model baru maupun model lama yang memenuhi syarat ditingkatkan dari sebelumnya 8 tahun atau 150.000 km menjadi 8 tahun atau 200.000 km.

Geely telah memperkenalkan teknologi ini pada April tahun ini dan sebelumnya telah diberitakan terkait teknologi tersebut. Setelah kecepatan pengisian mencapai tingkat megawatt, peningkatan waktu pengisian tampaknya menjadi semakin terbatas. Kecepatan pengisian yang ditunjukkan dalam pengujian ini bahkan disebut lebih lambat dibandingkan baterai Shenxing generasi ketiga dari CATL.

Untuk bersaing dengan BYD, kecepatan pengisian saja tidak cukup karena pembangunan stasiun pengisian juga menjadi faktor penting. BYD sendiri akan menyelesaikan pembangunan 20.000 stasiun pengisian cepat pada tahun ini.