Kapolsek Bogor Utara Kompol Enjo Sutarjo mengatakan pihaknya belum menerima laporan resmi perihal kejadian tersebut. Kendati demikian, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta kejadiannya.
"Ya kita akan memastikan kejadian itu benar ada atau tidak, itu yang pertama. Kemudian kami juga akan mencari sesuai dengan alamat, kita mendatangi KPPG untuk menanyakan kebenarannya," kata Kompol Enjo Sutarjo ketika dimintai konfirmasi, Kamis (15/10).Sementara itu, Kasi Humas Polresta Bogor Kota Ipda Imam mengatakan peristiwa tersebut melibatkan dua orang SPPI dari SPPG Purwakarta. Korban adalah pria inisial RAN yang merupakan Kepala SPPG Purwakarta, sedangkan pelaku inisial GD merupakan Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Purwakarta.
"Diduga pelaku penganiayaan adalah Kordinator Wilayah Purwakarta inisial GD dan korban adalah salah satu Kepala SPPG Purwakarta inisial RAN," kata Imam kepada wartawan, Jumat (16/10).
KPPG Bogor buka suara terkait kejadian tersebut. Pihak KPPG Bogor menyampaikan akan meminta klarifikasi kepada dua orang SPPI yang terlibat dalam kejadian tersebut.
"Kami belum mendapatkan kejelasan apakah perselisihan itu pribadi, yang memang terjadi sebelum datang ke kantor atau kesalahpahaman atau perselisihan setelah mereka ada di kantor. Nah, saya perlu dalamin lagi, ya apakah ini masalahnya masalah terkait pribadi saja atau memang hubungan pekerjaan," kata Kepala KPPG Bogor, Haidir, Jumat (16/10).
Haidir mengatakan saat kejadian, para pimpinan KPPG, Kasubbag TU, dan Korwil Kota Bogor termasuk dirinya ada di kantor tersebut. Namun, para pejabat KPPG tersebut sedang mengurusi hal lain.
Ia mengaku sempat melerai dan memanggil keduanya. Ia juga menegaskan pihaknya tak memberikan toleransi terhadap aksi kekerasan.
"Kemudian, kami melerai mereka dan kami langsung memanggil ke dalam ruangan dan memberi teguran keras kepada keduanya dan menyampaikan bahwa segala bentuk kekerasan tidak dibenarkan di mana pun, termasuk di kantor KPPG," imbuhnya.
Haidir menyebut kedua pihak sudah berdamai dan kembali ke Purwakarta tak lama setelah kejadian. Adapun yang diduga melakukan penganiayaan dengan cambukan adalah Kordinator Wilayah Purwakarta dan korban merupakan salah satu Kepala SPPG Purwakarta.
"Sebenarnya, setelah kejadian itu, kedua SPPI tersebut sudah berdamai dan kemudian mereka sama-sama kembali lagi ke Purwakarta," kata Haidir.