Haidir mengaku pihaknya telah memberikan teguran keras kepada kedua SPPI tersebut. Ia menegaskan pihaknya tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk kekerasan.
Sebagai upaya langkah tegas, Haidir mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BGN untuk memberikan sanksi terhadap pelaku.
"Kedua, kami juga berkoordinasi dengan pimpinan kami di Jakarta (Kepala BGN) untuk mendapatkan arahan, seperti apa nanti mungkin punishment yang akan diberikan," sambung Haidir.
Haidir menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat atas kejadian viral tersebut. Menurutnya hal ini menjadi pembelajaran agar lebih baik ke depannya.
"Kemudian yang kedua kami memohon maaf kepada pimpinan dan juga kepada rakyat Indonesia pada umumnya atas kegaduhan yang terjadi. Ini sungguh-sungguh akan menjadi pembelajaran bagi kami ke depan," imbihnya.
Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan investigasi terkait kejadian tersebut. BGN menerjunkan tim khusus untuk menginvestigasi kejadian tersebut.
"Saat ini tim kami tengah turun ke lapangan untuk investigasi," kata Juru Bicara BGN, Tysa Novenny saat dimintai konfirmasi, Jumat (16/10).
Tysa mengatakan, jika hasil investigasi menemukan adanya pelanggaran hukum, pihak terkait terancam penonaktifan dari jabatannya. BGN, lanjut dia, juga menunggu penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian.
"Namun, jika dari hasil proses hukum ditemukan adanya pelanggaran hukum, maka yang terbukti melanggar hukum akan dinonaktifan dari jabatannya. Kasus tengah ditangani Polres Bogor," ucap dia.