Ia menjelaskan pemilihan Guangzhou, Beijing, Shenzhen, dan Shanghai sebagai basis pengembangan jaringan memiliki pertimbangan strategis.

Keempat kota tersebut mempunyai karakteristik ekonomi yang berbeda dan menawarkan peluang kolaborasi di berbagai sektor.

Mulai dari Guangzhou dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan dan manufaktur. Kemudian Beijing sebagai pusat pemerintahan dan kebijakan.

Sementara Shenzhen sebagai pusat teknologi dan inovasi dan Shanghai merupakan salah satu pusat bisnis dan keuangan internasional.

Menurut dia, keberadaan empat chapter tersebut diharapkan mampu membuka ruang kolaborasi yang lebih spesifik sesuai karakteristik masing-masing kota.

"Mulai dari pengembangan produk kreatif, perdagangan, teknologi, industri digital, hingga kerja sama investasi dan promosi budaya Indonesia,” katanya.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun menilai diplomasi ekonomi memiliki peran penting dalam membuka akses kerja sama dan memperluas peluang bagi pelaku usaha Indonesia di pasar Tiongkok.