Menurut dia, hubungan Indonesia dan Tiongkok memiliki potensi kerja sama yang sangat luas dan ekonomi kreatif dapat menjadi sektor yang memperkuat hubungan kedua negara.

“Terutama melalui pertukaran budaya, promosi produk unggulan, investasi, dan kemitraan antarpelaku usaha," kata dia.

Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menilai penguatan jaringan internasional seperti yang dilakukan Gekrafs menjadi bagian penting dalam mendorong pelaku ekonomi kreatif Indonesia naik kelas dan memiliki daya saing global.

Ia mengatakan ekonomi kreatif Indonesia tidak boleh berhenti hanya di pasar domestik dan harus berani membuka akses, membangun kolaborasi, dan menciptakan peluang di pasar internasional.

“Kehadiran jaringan Gekrafs di Tiongkok dapat menjadi salah satu penghubung strategis agar talenta, karya, dan produk kreatif Indonesia mendapatkan kesempatan lebih luas untuk berkembang," kata dia.

Sebelumnya pelantikan DPLN Tiongkok digelar di KBRI Beijing, Jumat (30/10), dan Aditya Pradewo resmi dilantik sebagai Ketua Gekrafs DPLN Tiongkok.

Selain prosesi pelantikan, kegiatan itu juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan beberapa mitra strategis untuk memperkuat kolaborasi strategis antara pelaku usaha Indonesia dan Tiongkok, serta peluncuran Maskot DPLN Gekrafs Tiongkok sebagai bagian dari penguatan identitas dan representasi organisasi di tingkat internasional.