"Bagi kader organisasi politik, pengetahuan tersebut semestinya menjadi bekal untuk menjelaskan program secara akurat sekaligus mendengar aspirasi dan kritik masyarakat," ujarnya.

Nikson juga menceritakan bahwa dalam sebuah diskusi terbatas dengan Prabowo di kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan, dia mendengar penekanan mengenai risiko perpecahan bangsa.

Menurut penuturannya, Prabowo mengingatkan bahwa ketika sebuah bangsa terpecah, jalan untuk memulihkan persatuan menjadi sangat sulit dan kehancuran dapat menjadi taruhannya.

Pesan itu, menurut Nikson, perlu diterjemahkan menjadi sikap politik yang mengutamakan persaudaraan dan kepentingan nasional.

"Dalam masyarakat majemuk seperti Kalimantan Utara, komitmen terhadap persatuan tidak berarti meniadakan perbedaan atau menghindari kritik. Sebaliknya, persatuan perlu dirawat melalui dialog, penghormatan terhadap hak warga, dan kerja bersama untuk menjawab persoalan masyarakat," katanya.