"Iya, harus ubah CV, juga harus mempertambah skill, harus banyak nambahin proyek, terus juga beberapa lowongan juga harus punya pengalaman kan, 2 tahun, 5 tahun, untuk dapatin jadi staf data analyst. Nah, di situ strugglenya, jadi harus ikut banyak bootcamp," ujar Ayu.
Ayu mengatakan kuota pelamar sangat terbatas. Lowongan yang tersedia tidak sebanding dengan pelamar.
"Eh, kalau dari aku sih, melihat juga sih dari kuota pelamarnya. Terus juga keterimanya chancenya itu sangat-sangat rendah, gitu. Jadi menurut saya, menurut aku sih, kalau untuk di Indonesia, banyak lowongan yang lebih ke sales, Sedangkan namanya juga fresh graduate pasti dari semua bidang, kan, di situ ada gap di antara lowongannya sama si orang-orang yang lagi lamar kerja," katanya.