NADIKABAR.COM — Pemprov DKI Jakarta menggelar job fair bertajuk Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026. Para Gen Z pun ramai-ramai mendatangi job fair ini dengan harapan segera mendapat pekerjaan.
Salah satunya Haekal (23) yang merupakan lulusan Farmasi Apoteker. Dia mengatakan sudah beberapa kali wawancara atau interview.
"Iya, jujur sekarang sih susah banget karena banyak company yang masih fresh hiring ya, jadi saya sekarang masih struggle di interview-interview sih. Sebenarnya karena kan kayak kalau kita koordinasi langsung, tapi ketika dibicarain pakai suara tuh kayak jadi kurang gitu loh, kurang bisa menceritakan di interview-nya, paling struggle," kata Haekal di SMESCO, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026).
Haekal menceritakan dirinya sering tidak mendapatkan informasi lanjutan. Dia mengaku sering di-ghosting atau dibiarkan menunggu tanpa kepastikan oleh pihak perusahaan tempat dirinya melamar.
"Kendala sih paling ketika kita udah lamar dan lain-lain, tapi HR atau pihak dari sana tuh nggak ada informasi sih, gitu ya. Itu yang paling susah bagi saya. Jadi kita ditinggalin, kayak di-ghosting gitulah sebutannya ya bagi Gen Z, mungkin itu sih palingan," ujarnya.
Gen Z lainnya, Ayu (23), juga menceritakan dirinya masih mencari pekerjaan setelah lulus. Dia mengaku ingin mengubah karir dari marketing ke analis data.
"Iya, karena switch career dari marketing ke data analyst," kata Ayu.
Ayu mengungkapkan kendalanya dalam mengubah karir harus memperbanyak skill dan proyek. Selain itu, pengalaman kerja juga menjadi kendala yang dia alami.
"Iya, harus ubah CV, juga harus mempertambah skill, harus banyak nambahin proyek, terus juga beberapa lowongan juga harus punya pengalaman kan, 2 tahun, 5 tahun, untuk dapatin jadi staf data analyst. Nah, di situ strugglenya, jadi harus ikut banyak bootcamp," ujar Ayu.
Ayu mengatakan kuota pelamar sangat terbatas. Lowongan yang tersedia tidak sebanding dengan pelamar.
"Eh, kalau dari aku sih, melihat juga sih dari kuota pelamarnya. Terus juga keterimanya chancenya itu sangat-sangat rendah, gitu. Jadi menurut saya, menurut aku sih, kalau untuk di Indonesia, banyak lowongan yang lebih ke sales, Sedangkan namanya juga fresh graduate pasti dari semua bidang, kan, di situ ada gap di antara lowongannya sama si orang-orang yang lagi lamar kerja," katanya.