Dia mengatakan, dari sekitar 60 geopark di seluruh dunia yang menjalani proses revalidasi tahun ini, Geopark Ijen termasuk yang paling sedikit mendapatkan rekomendasi perbaikan.
"Bahkan, di antara 60 geopark di seluruh dunia yang menjalani proses revalidasi tahun ini, Geopark Ijen yang paling sedikit mendapatkan rekomendasi dibanding geopark yang lain. Kami semua sangat bersyukur," tutur Abdillah.
Sebelumnya, pada Agustus 2026, Geopark Ijen telah menjalani proses revalidasi oleh asesor UNESCO. Penilaian dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya mencakup keunikan dan keindahan bentang alam, tetapi juga pengelolaan kawasan, upaya konservasi, edukasi, serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.
"Keberhasilan mempertahankan status menjadi bukti bahwa tata kelola Geopark Ijen telah memenuhi standar global dalam aspek konservasi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat," jelas Abdillah.