Ramadhan mengingatkan, pengembangan wisata harus disertai pendampingan pengelola situs bagi pengunjung yang memasuki bagian dalam gua serta pencegahan vandalisme yang dapat merusak ornamen alami dan mengganggu satwa.
Ia menegaskan, ornamen gua terbentuk melalui proses alam dalam waktu sangat panjang sehingga kerusakan akibat aktivitas manusia sulit dipulihkan, sementara pengunjung dapat menikmati keindahannya dengan mengamati dan mendokumentasikan tanpa menyentuh atau merusak bentukan alami maupun mengganggu satwa.
Ahli Geologi BP Meratus Geopark M. Aditya Rathomy mengatakan kondisi gua yang relatif terjaga memungkinkan habitat berbagai satwa dan ornamen alami tetap bertahan, sehingga kawasan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata berbasis edukasi dan pelestarian alam.
Ia menjelaskan ornamen menyerupai gajah dapat diperkenalkan melalui pendekatan suiseki, yakni apresiasi terhadap keindahan bentuk alami tanpa mengubah wujud aslinya, agar pengunjung dapat menikmati keunikan bentukan alam sekaligus memahami pentingnya menjaga kelestarian gua.