Di sisi lain, Diki mengatakan perayaan Piala HB Jassin 2026 berlangsung di luar panggung utama, dan pada 16-17 Oktober 2026, penyelenggara menghadirkan pameran komunitas dan makanan minuman serta panggung open mic yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi secara langsung.

Pameran tersebut melibatkan Big Bad Wolf Books, Jakarta Book Party, Jnanasastra, Los Buku patjarmerah, Penalis, Rawamangun Concept, Redaksi Nawala-Rabupagi, Sekacil, Eattiew, Jiucible by Surplus, Kaneramen, dan Lace Coffee.

Kehadiran komunitas literasi, pelaku usaha makanan dan minuman, serta berbagai kelompok kreatif turut memperluas pengalaman pengunjung sekaligus mempertemukan aktivitas kebudayaan dengan kehidupan masyarakat.

Sementara itu, panggung open mic menjadi ruang bagi pengunjung, komunitas sastra, dan peserta untuk menampilkan karya serta berbagi ekspresi.

Melalui kegiatan tersebut, kata Diki, sastra tidak hanya hadir sebagai objek penilaian dalam kompetisi, tetapi juga sebagai praktik kebudayaan yang tumbuh melalui perjumpaan, pertukaran gagasan, dan keberanian berekspresi.

"Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari Festival Pustakarsa, yakni Festival Perpustakaan, Kearsipan, dan Sastra yang berlangsung pada 14-22 Oktober 2026," tutur Diki.

Selama berlangsungnya festival itu, masyarakat dapat mengikuti beragam kegiatan literasi, edukasi, dan kreativitas, antara lain pameran kearsipan, bedah buku naskah sumber arsip, dan membaca bersama Duta Baca DKI Jakarta.