Berdasarkan data Kementerian Kehutanan (Kemenhut) per 11 Oktober 2026, terdapat 11.772 titik panas dengan tingkat kepercayaan rendah, sedang, dan tinggi yang tersebar di Kalimantan, Sumatera, Papua Barat, Papua Selatan, Maluku, dan Maluku Utara.Sementara itu, data Kementerian Kesehatan menunjukkan sebanyak 12,5 juta penduduk di Kalimantan dan Sumatera terdampak karhutla.

Selain itu kebakaran menyebabkan kerusakan habitat satwa, peningkatan emisi gas rumah kaca, penurunan kualitas tanah, dan krisis air bersih. Kabut asap juga dilaporkan melintasi Malaysia dan Singapura.