NADIKABAR.COM — Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Gerindra Ryan Kurnia Ar-Rahman menilai alokasi subsidi untuk PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) merupakan investasi strategis guna menjamin mobilitas warga dan memperluas konektivitas hingga skala nasional.

"Kami memandang subsidi Transjakarta bukan sekadar beban pengeluaran daerah, melainkan bentuk investasi strategis untuk menjamin mobilitas masyarakat, menjaga keterjangkauan tarif, dan meningkatkan produktivitas ekonomi Jakarta secara berkelanjutan," kata Ryan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Hal tersebut dia sampaikan menyusul pembahasan Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta yang menyoroti rencana ekspansi rute perairan (Transjakarta Laut) untuk menjangkau wilayah Kepulauan Seribu.

Menurut dia, pengembangan Transjakarta sebagai Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) harus terus berpatokan pada mandat pelayanan publik.

"Fraksi Gerindra juga menilai pengalaman panjang Jakarta dalam mengelola transportasi massal patut menjadi modal utama dalam memperluas kerja sama interkoneksi lintas provinsi," ucap Ryan.

Gagasan tersebut sejalan dengan pandangan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam Rapat Paripurna sebelumnya pada Rabu (7/10). Gubernur mengapresiasi dukungan tujuh fraksi di DPRD DKI, termasuk Gerindra, terkait perluasan usaha pengembangan angkutan perairan yang terintegrasi dan inklusif.

Pramono menegaskan layanan angkutan perairan sangat mendesak untuk membuka keterisolasian wilayah, mendukung pemerataan akses pelayanan publik, serta meningkatkan perekonomian masyarakat di Kepulauan Seribu.

Untuk memastikan ekspansi itu tidak mengurangi mutu maupun keandalan layanan utama bus Transjakarta di darat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mengkaji sejumlah opsi.

Pramono menyebutkan pembentukan anak usaha menjadi salah satu alternatif utama demi menjaga fokus layanan operasional, dengan tetap mengedepankan transparansi dan fungsi pengawasan publik.

Seiring dengan rencana ekspansi tersebut, jumlah pelanggan Transjakarta terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data eksekutif, pelanggan yang dilayani hingga triwulan III-2026 telah mencapai 329,2 juta orang dan diproyeksikan menembus 438,5 juta penumpang pada akhir tahun ini.

Lebih lanjut, dalam merespons gagasan kemitraan lintas daerah, eksekutif menegaskan pergerakan di wilayah aglomerasi tidak dapat dibatasi oleh ruang administratif.

Layanan Transjabodetabek dipastikan akan terus menjadi bagian dari kampanye pengurangan penggunaan kendaraan pribadi demi meningkatkan kualitas jalan di ibu kota dan sekitarnya.

Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Dinas Perhubungan dan manajemen Transjakarta terus mematangkan kajian teknis, kesiapan armada perairan, serta penyempurnaan regulasi agar seluruh tahapan operasional memenuhi unsur kepatuhan hukum.