"Atas tingginya aksi copet, jambret, begal, skimming, perilaku buruk wisman yang mencoreng wajah destinasi, kami meminta Bupati agar berkoordinasi intensif lintas vertikal untuk melakukan kegiatan patroli gabungan dan standby incas di simpang-simpang strategis. Kami Fraksi Gerindra meminta Polda Bali, Polres Badung, Polresta Denpasar untuk mengaktifkan kembali Tourism Police dan Honorary Police untuk menjaga keamanan destinasi yang sudah terbukti ampuh eksistensinya," ujarnya.
Guna menunjang operasional keamanan dan fasilitas penerangan, Gerindra mendorong penyediaan anggaran khusus serta perbaikan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang minim. Pemasangan PJU baru dinilai sangat mendesak untuk mencegah aksi kriminalitas di kawasan yang gelap gulita.
"Kami mendorong pemerintah daerah untuk memberikan alokasi anggaran operasional khusus kepada Polres Badung, Polresta Denpasar, Satpol PP Badung, Satmas, Ban Kamda sesuai ketentuan yang berlaku demi keamanan dan kenyamanan destinasi yang berkelanjutan. Kami memohon kepada pemerintah melalui Dinas Perhubungan untuk segera mendata dan memasang kembali PJU 12 titik pasca-dicabutnya PJU karena perbaikan jalan Dewi Sri 8 Legian, serta pemasangan PJU baru di ruas Jalan Pararaton Kuta, Jalan Balideli Seminyak, Jalan Margakirana Kuta yang kini masih gelap gulita," tutur Puspa Negara.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menegaskan telah melakukan langkah penataan dan pembenahan di kawasan Kuta secara bertahap. Upaya pemulihan citra pariwisata dilakukan melalui beautifikasi pedestrian hingga penataan kabel utilitas agar Kuta kembali bangkit sebagai ikon destinasi.