NADIKABAR.COM — Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) mengungkapkan groundbreaking (peletakan batu pertama) giant sea wall solusi berbasis alam atau nature-based solution seperti mangrove akan dilaksanakan pada Oktober tahun ini.

"Ini kita mau groundbreaking InsyaAllah bulan Oktober ini, tapi groundbreaking-nya nature-based solution, mangrove ya," ujar Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko IPK Nazib Faizal saat ditemui ANTARA di Jakarta, Rabu.

Nazib menambahkan rencana groundbreaking giant sea wall nature-based solution tersebut sedang dipersiapkan.

"Iya, betul, ini mau kita segera, mudah-mudahan dalam waktu dekat seminggu, dua minggu lagi, lagi kita siapkan," katanya.

Menurut dia, untuk giant sea wall yang hard atau grey infrastructure diharapkan dapat dilakukan groundbreaking pada tahun depan.

"Untuk yang hard infrastructure, yang grey infrastructure itu InsyaAllah tahun depan," katanya.

Sebagai informasi, Pemerintah melalui Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) mempercepat sistem perlindungan terintegrasi pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa.

Pemerintah Republik Indonesia melalui BOPPJ menegaskan bahwa pengembangan sistem perlindungan pesisir Pantura Jawa, termasuk Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall (GSW), merupakan bagian dari strategi nasional untuk menjaga keberlanjutan peradaban pesisir Pantura Jawa.