NADIKABAR.COM — Sengkarut soal putusan MK tentang keberadaan ijazah Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka merembet menciptakan banyak spekulasi di kalangan pegiat politik. Untuk Gibran sendiri, polemik yang berkembang adalah penantian sikap DPR dalam menindaklanjuti Putusan MK.

Soal ini, sebelumnya beredar surat usulan pemakzulan Wapres Gibran. Merangkum NadiKabar, pengusul dalam surat tersebut meminta DPR menindaklanjuti temuan dari MK dengan pemberhentian Gibran sebagai Wapres. Dalam surat tersebut juga ditulis pertimbangan tentang persyaratan untuk menjadi capres dan cawapres berpendidikan paling rendah tamat SMA atau sederajat.

"Kepada pimpinan DPR RI agar segera: Membawa persoalan prinsipil ini ke dalam Rapat Paripurna DPR RI untuk menggunakan hak pengawasan, hak interpelasi, hak angket, atau hak menyatakan pendapat guna menyelidiki keabsahan administrasi pencalonan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka," bunyi dokumen tersebut, seperti dilihat, Kamis (8/10/2026).

Tidak lama usai informasi tersebut menyebar, Bendum Partai NasDem Ahmad Sahroni angkat bicara. Dia memastikan surat usulan yang mengatasnamakan anggota DPR Fraksi NasDem, Tonny Tesar, tersebut tak benar atau hoaks.

Masih dari kawasan Senayan, reaksi soal ijazah Gibran juga diungkapkan oleh Ketua DPP PDIP sekaligus anggota Komisi II DPR, Komarudin Watubun. Dia menilai Gibran sebaiknya mengundurkan diri sebagai bentuk ketaatan hukum.

Komarudin menilai pemimpin yang dipilih masyarakat sebaiknya tak berbohong dibanding berbuat salah. Sebab, bagi Komarudin, jika pemimpin berbohong, sebaiknya mengundurkan diri.

"Ini kan hanya ada dua hal. Pertama, kemarin kan sudah terbuka semua. Kalau Pak Gibran merasa, dia kan selalu bicara tentang taat kepada hukum, ketaatan dia kepada hukum yang bagus, MK sudah buka semua, ya mengundurkan diri itu lebih baik," kata Komarudin dikutip dari NadiKabar, Kamis (8/10/2026).

Dari sudut pandang yang lebih luas, sejumlah pihak juga mengaitkan perkembangan ini dengan relasi Jokowi dan Prabowo. Spekulasi muncul dari sowannya Jokowi ke rumah Prabowo di Kertanegara pada malam yang sama saat putusan MK dibacakan.

Sejauh mana sebenarnya putusan MK ini berpengaruh pada relasi keduanya? Simak ulasannya dalam Kabar Sore!

Menuju Jawa Timur, Kabar Sore akan mengulas pembatalan bebas bersyarat Mas Bechi. Pelaku terpidana kasus kekerasan seksual santriwati di Jombang itu kembali dijebloskan ke penjara usai kebebasannya menuai polemik di masyarakat. Pihak yang berwajib juga menilai adanya maladministrasi atas bebasnya laki-laki bernama lengkap Muhammad Subchi Azal Tsani tersebut.

Bagaimana perkembangan peristiwa ini? Simak laporan langsung Jurnalis NadiKabar selengkapnya.

Beralih ke d'Hattrick, Kabar Sore akan mengulas soal era Lionel Messi-Cristiano Ronaldo yang sudah memasuki fase senjanya. Kedua megabintang yang menjadi inspirasi bagi para pesepakbola modern itu akan pensiun dari panggung sepakbola internasional. Lionel Messi terlebih dahulu menyatakan untuk gantung sepatu dari Timnas Argentina. Sedangkan Cristiano Ronaldo masih terlibat polemik dengan pelatih Timnas Portugal, Jorge Jesus.

Pelatih Albiceleste, Lionel Scaloni, menegaskan tak akan ada lagi La Pulga yang lain. Laga Argentina melawan Benin di Estadio Monumental, Buenos Aires, Rabu (7/10/2026) pagi WIB menjadi momen perpisahan Messi dengan Argentina. Berbeda dengan Messi yang sudah pasti pensiun dari Timnas, Cristiano Ronaldo malah terancam hukuman larangan bermain enam bulan dari Federasi Sepakbola Portugal usai tinggalkan kamp latihan Timnas Portugal pada 29 September 2026 lalu.

Apakah tindakan Cristiano Ronaldo akan merusak warisannya di sepakbola Portugal? Siapa pemain Argentina yang layak mewarisi nomor punggung 10 Messi? Simak obrolannya dalam segmen D'Hattrick.

Masih membahas seputar olahraga, Kabar Sore akan menghadirkan Laysa Latifa. Pecatur perempuan ini baru saja meraih titel Grand Master atau Woman Grand Master dari Percasi. Seperti apa perjalanan Laysia untuk memperoleh titel bergengsi ini? Temui Laysa Latifa dalam Sunsetalk!

Simak berita terbaru dan menarik NadiKabar lainnya dalam Kabar Sore. Kabar Sore, Nggak Cuma Hore-hore!