NADIKABAR.COM — Aksi blokade pengemudi truk di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur telah membuat arus penyeberangan penyeberangan dari Jawa menuju Bali tersendat. Antrean panjang sempat dilaporkan hingga 6,6 kilometer di Pelabuhan Gilimanuk Bali pada Sabtu malam.
Penyampaian aspirasi sejumlah pengemudi truk sendiri dilakukan di area pintu keluar Dermaga LCM Pelabuhan Ketapang pada Sabtu sore kemarin.
Dilansir dari NadiKabar, aksi tersebut dipicu dinamika operasional menyusul adanya penyesuaian muatan kapal oleh KSOP Tanjung Wangi demi keselamatan pelayaran, termasuk pengaturan muatan kapal LCT yang terdiri dari truk besar dan sedang.
Penyesuaian muatan tersebut dilakukan lantaran faktor cuaca dan kondisi maritim terkini. Berdasarkan rilis BMKG Stasiun Meteorologi Banyuwangi-Pelabuhan Ketapang pada Sabtu pukul 15.00 WITA, terdapat peringatan dini PD1 Waspada terkait potensi angin kencang 10-15 knots dari arah utara serta arus kuat berkecepatan di atas 1,2 m/s.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) pun buka suara soal hal ini dan sedang berupaya mempercepat pemulihan operasional layanan penyeberangan lintasan Ketapang-Gilimanuk.
"Setelah tercapainya kesepakatan bersama, fokus kami adalah mempercepat normalisasi operasional dan mengurai antrean secara bertahap. Kapasitas kapal yang tersedia terus kami optimalkan, termasuk melalui percepatan siklus pelayanan kapal serta pengaturan muatan sesuai karakteristik dan kapasitas masing-masing kapal," ujar Heru dalam keterangannya, Minggu (27/9/2026).