Para siswa yang mengalami gejala keracunan tersebut kemudian dilarikan ke Puskesmas Begadung, RSUD Nganjuk dan RS Bhayangkara untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo yang mengetahui keracunan langsung menjenguk ke rumah sakit. Ia membeberkan para siswa keracunan usai menyantap menu nasi goreng yang terdapat ayam suwir dan tahu bulat.
"Untuk menunya nasi goreng. Tadi mereka bercerita asalnya tidak merasakan apa-apa saat makan. Setelah jeda dua jam baru merasakan mual," kata Trihandy.
Trihandy menambahkan saat ini observasi dan verifikasi data para korban terus dilakukan. Begitu pula dengan pelayanan di rumah sakit.
"Saat ini masih observasi. Semuanya kami maksimalkan, mulai dokter spesialis, dokter, perawat. Kami terus mendampingi untuk memberikan pelayanan terbaik. Kita doakan semoga semuanya segera pulih dan pulang ke rumah," ujar pria yang karib disapa Handy itu.
Menurut Handy, dari informasi yang diterimanya, seluruh korban adalah siswa SMAN 3 Nganjuk. Di tim redaksi 49 orang yang terdata, ada satu guru perempuan.
"Data (jumlah korban) masih belum fixed. Ada satu ibu guru, sisanya murid," ungkapnya.
Untuk memastikan para siswa yang keracunan mendapatkan pelayanan terbaik, Mas Handy memastikan membuka semua pusat pelayanan kesehatan, mulai RSUD, RS Bhayangkara, RSI maupun puskesmas terdekat.