Tao Jingwen mengatakan, AI semakin terintegrasi dalam berbagai aspek pembangunan kota, mulai dari peningkatan kualitas layanan pemerintah hingga pembaruan tata kelola perkotaan. Menurut dia, komputasi dan data kini menggerakkan pembangunan kota bemutu tinggi. Huawei berpegang pada prinsip keterbukaan, inklusivitas, dan kerja sama yang saling menguntungkan. Dengan memperkuat infrastruktur komputasi, membangun infrastruktur data yang siap mendukung AI, dan menghadirkan pengalaman layanan yang optimal, Huawei akan bekerja sama dengan mitra ekosistem dan pemerintah di berbagai negara untuk mengeksplorasi pendekatan inovatif dalam transformasi digital dan cerdas layanan pemerintah serta kota.

AI kini merambah berbagai bidang perkotaan, mulai dari tata kelola kota dan layanan pemerintah hingga pengembangan industri. Dalam paparannya, Simon Zou, Vice President, Government Public Services Digitalization BU, yang juga menjabat President, Marketing & Solution Sales, Huawei, menguraikan sejumlah contoh penerapan AI di Distrik Longgang, Shenzhen, dan Kota Shantou. Contoh tersebut menggambarkan potensi AI dalam mewujudkan kota yang lebih aman, efisien, dan harmonis. Agen AI untuk tata kelola kota turut meningkatkan pemantauan keselamatan warga, menghemat biaya tenaga kerja melalui pemanfaatan komputasi, dan meningkatkan efisiensi pengelolaan kota. Sementara itu, agen layanan pemerintah dengan fitur "Chat-to-Process" mengubah pola layanan konvensional—ketika warga harus mengantre di loket dan mencari tahu sendiri kebijakan yang berlaku—menjadi layanan proaktif yang berpusat pada kebutuhan pengguna dan menyalurkan manfaat kepada warga yang memenuhi syarat. Model lintaswillayah Token Factory mengandalkan daya komputasi lokal sehingga menjaga data tetap berada di dalam wilayah negara, dan mengekspor layanan AI ke pasar global. Pendekatan ini mendukung pengembangan industri AI di pasar lokal sekaligus mendorong kerja sama lintasnegara. Dengan memanfaatkan kapabilitas dan pengalaman di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK), Huawei bersama kota-kota inovatif dan para mitra mengembangkan arsitektur referensi teknis "AI CITY". Arsitektur ini menggunakan OpenHarmony sebagai fondasi terpadu bagi perangkat terminal perkotaan serta memanfaatkan komputasi AI Ascend untuk mendukung kolaborasi cerdas antara perangkat, edge, dan komputasi awan (cloud). Pendekatan tersebut menjadi dasar pengembangan solusi AI CITY untuk penerapan berbagai skenario layanan perkotaan secara luas.

Dalam acara tersebut, Huawei dan State Information Center Tiongkok meluncurkan "AI CITY Development Research Report 2026" sebagai panduan untuk mempercepat transformasi digital dan cerdas kota secara menyeluruh. Laporan ini mendefinisikan paradigma "AI CITY" dan menjelaskan bahwa kota tengah beralih dari era "berbasis data" menuju era "city super agents". Lebih lagi, "AI CITY" mengandalkan komputasi cerdas dan public cloud perkotaan sebagai fondasi untuk menerapkan berbagai skenario cerdas bernilai tambah tinggi, serta menggeser fokus dari pembangunan kapabilitas menuju penciptaan nilai tambah. Laporan tersebut juga memuat studi kasus dari Shenzhen, Wuhan, dan Karamay sebagai acuan bagi kota lain yang ingin mengembangkan penerapan teknologi cerdas.