Sementara itu, laba bersih tercatat sebesar 22,14 juta dolar AS. Kinerja laba bersih tersebut masih dipengaruhi oleh kerugian selisih kurs seiring pelemahan nilai tukar rupiah, yang menjadi salah satu tantangan bagi profitabilitas perusahaan.

β€œPertumbuhan pendapatan dan EBITDA tidak terlepas dari kontribusi berbagai lini bisnis, terutama melalui proyek reaktivasi pesawat Garuda Indonesia dan Citilink, perawatan engine, serta pekerjaan perawatan armada pertahanan,” kata Andi.

β€œDi tengah dinamika nilai tukar yang turut memengaruhi profitabilitas, kami terus berupaya menjaga efektivitas operasional dan mengoptimalkan peluang bisnis yang tersedia,” ujar dia.

Sejalan dengan kinerja bisnis tersebut, GMF terus memperkuat kapabilitas operasional melalui sejumlah pencapaian strategis sepanjang kuartal III 2026.