"Kami tidak ingin menutup kreativitas anak muda untuk memanfaatkan teknologi. Karena itu, tahun ini kami membuka kategori film orisinal dan AI, dengan total hadiah Rp200 juta," ujarnya.
Kehadiran kategori AI menjadi salah satu pembaruan dalam kompetisi tahun ini, sekaligus membuka kesempatan bagi peserta untuk mengeksplorasi pendekatan produksi film yang berbeda.
Sementara, anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar sekaligus dewan juri, Nurul Arifin menyampaikan kompetisi film pendek ini merupakan tradisi baru yang terus dikembangkan sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT Partai Golkar.
Menurutnya, tema From Zero to Hero memberikan kesempatan bagi peserta untuk menghadirkan cerita tentang perjuangan dan kehidupan yang dapat memberikan kesan mendalam kepada penonton.
"Dalam waktu yang singkat, peserta diharapkan mampu menghasilkan karya yang meninggalkan kesan mendalam bagi penonton. Kesan itu diharapkan tetap terbawa bahkan setelah mereka selesai menyaksikan filmnya," ujar Nurul.
Ia menekankan bahwa film pendek tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat menjadi media refleksi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Nurul mencontohkan isu perubahan iklim dan berbagai tantangan sosial lainnya yang dapat diangkat melalui karya film, sehingga penonton dapat diajak untuk memikirkan solusi atas persoalan di sekitarnya.