Ia juga mengajak para pelaku industri kreatif dan sineas muda dari seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.

"Kami mengajak teman-teman industri kreatif untuk ikut serta dan memberikan karya terbaiknya. Masih ada waktu untuk berpartisipasi. Kami tentu sangat senang apabila semakin banyak peserta yang mengikuti kompetisi ini," kata Nurul.

Ia turut mengapresiasi kualitas karya peserta pada penyelenggaraan tahun sebelumnya. Menurutnya, banyak peserta mampu menghasilkan film yang mengesankan meskipun menghadapi berbagai keterbatasan dalam proses produksi.

Terkait mekanisme penjurian, Nurul mengungkapkan dewan juri masih membuka kemungkinan adanya perbedaan aspek penilaian antara kategori film orisinal dan film berbasis AI.

Menurutnya, perbedaan tersebut perlu dipertimbangkan agar proses penilaian berlangsung adil, mengingat kedua kategori memiliki karakteristik dan pendekatan produksi yang berbeda.

"Masih terbuka kemungkinan penilaiannya dibedakan, karena kalau disamakan mungkin kurang adil. Namun, yang utama tetap relevansi cerita dengan tema From Zero to Hero", katanya.