NADIKABAR.COM — Google dilaporkan telah membekukan salah satu program "bug bounty" atau pelacakan kerentanan sistem sebagai imbas dari ledakan pengajuan laporan bug bounty yang diajukan oleh kecerdasan artifisial (AI).
Pembekuan program itu dilakukan hingga tahun depan dan berdampak pada program bug bounty open source Google.
Dikutip dari TechCruch, Minggu (4/10) waktu setempat, sebenarnya pada tahun lalu para keamanan siber telah memperingatkan bahwa AI slop atau AI yang dikembangkan serampangan dapat menjadi masalah serius dalam program bug bounty.
Tampaknya masalah itu tengah dihadapi Google dalam program bug bounty open source berhadiahnya.
Seharusnya para peneliti mendapatkan penghargaan karena berhasil menemukan kerentanan dalam perangkat lunak sumber terbuka Google, namun tampaknya dalam kasus ini kondisi tersebut tidak dapat dipenuhi.
Dalam unggahan di X dan situs web program terkait, Google mengatakan program bug bounty open source-nya dihentikan sementara mulai 1 Oktober 2026.
Mereka berjanji bakal memberikan "pembaruan" pada kuartal pertama tahun 2027 terkait program tersebut.
Menurut laporan lain, Tom's Hardware, kondisi itu diambil karena para insinyur Google dan para pengelola open source kewalahan untuk melakukan verifikasi terhadap laporan-laporan yang tidak valid atau berisi halusinasi buatan AI.
"Jeda ini disebabkan oleh peningkatan signifikan dalam pengajuan otomatis, yang sebagian besar tidak valid," demikian pernyataan Google.
Meski program bug bounty open source dari Google dibekukan sementara, Google meminta para pengembang aplikasi untuk mempertimbangkan program bug bounty lainnya yang tersedia dari perusahaan.
Penerjemah: Livia Kristianti