Pembinaan dilakukan melalui penguatan koordinasi, kelembagaan, peningkatan kapasitas kader, serta optimalisasi peran Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat.

Anang mengatakan capaian itu tidak semata-mata diukur dari meningkatnya angka penimbangan dan pelaporan, tetapi juga dari kualitas pemantauan yang mampu mendukung deteksi dini masalah pertumbuhan dan perkembangan anak.

Ke depan, pihaknya bersama pemerintah kabupaten/kota dan seluruh pemangku kepentingan, berkomitmen mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian tersebut.

Penguatan kualitas data, konsistensi pelayanan Posyandu, serta pembinaan kader akan terus menjadi perhatian agar tidak ada balita yang luput dari pemantauan.

Capaian itu diharapkan menjadi fondasi penting dalam memperkuat upaya pencegahan stunting, deteksi dini gangguan pertumbuhan dan perkembangan, serta peningkatan kualitas kesehatan anak.