NADIKABAR.COM — Provinsi Gorontalo mencatatkan capaian tertinggi secara nasional, dalam penimbangan dan pemantauan pertumbuhan serta perkembangan balita di Posyandu.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa di Gorontalo, Rabu mengatakan hingga September 2026, Gorontalo berhasil mencapai 60,87 persen atau melampaui target nasional sebesar 55 persen.
Prestasi itu menunjukkan penguatan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya pemantauan tumbuh kembang anak semakin berjalan optimal.
Anang mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak dalam memperkuat penyelenggaraan Posyandu, mulai dari tingkat provinsi sampai desa/kelurahan.
Keberhasilan itu tidak terlepas dari komitmen Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Dukungan dan perhatian pimpinan daerah tersebut, menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat koordinasi lintas sektor serta menggerakkan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kinerja Posyandu.
Ia mengapresiasi dukungan Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo Nani Mokodongan, yang turun langsung memberikan pembinaan di Posyandu 6 SPM.
Keberhasilan tersebut ditopang tiga kekuatan utama yang saling melengkapi, yakni inovasi Optimalisasi Tata Kelola e-PPGBM (OPTALA), peran aktif kader Posyandu, serta pembinaan intensif Tim Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo.
Inovasi OPTALA sebagai instrumen pemantauan dan evaluasi pelaporan kegiatan Posyandu secara berkala, yang mendorong perbaikan kualitas data melalui pemberian umpan balik secara rutin kepada Puskesmas di seluruh kabupaten/kota.
Melalui mekanisme tersebut, ketidaksesuaian data dapat diidentifikasi lebih awal, sehingga perbaikan pencatatan dan pelaporan dapat segera dilakukan.
Evaluasi bulanan juga menjadi dasar bagi pihaknya, untuk mengidentifikasi wilayah dengan capaian pelaporan yang masih rendah, sekaligus melakukan koordinasi, pembinaan dan tindak lanjut bersama Puskesmas.
Penguatan tersebut semakin optimal dengan pembinaan Tim Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo.
Pembinaan dilakukan melalui penguatan koordinasi, kelembagaan, peningkatan kapasitas kader, serta optimalisasi peran Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat.
Anang mengatakan capaian itu tidak semata-mata diukur dari meningkatnya angka penimbangan dan pelaporan, tetapi juga dari kualitas pemantauan yang mampu mendukung deteksi dini masalah pertumbuhan dan perkembangan anak.
Ke depan, pihaknya bersama pemerintah kabupaten/kota dan seluruh pemangku kepentingan, berkomitmen mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian tersebut.
Penguatan kualitas data, konsistensi pelayanan Posyandu, serta pembinaan kader akan terus menjadi perhatian agar tidak ada balita yang luput dari pemantauan.
Capaian itu diharapkan menjadi fondasi penting dalam memperkuat upaya pencegahan stunting, deteksi dini gangguan pertumbuhan dan perkembangan, serta peningkatan kualitas kesehatan anak.