NADIKABAR.COM β Gerakan Pemuda (GP) Ansor menyatakan peringatan Sumpah Pemuda harus menjadi momentum bagi generasi muda Indonesia untuk menguasai sekaligus mengendalikan teknologi guna menjaga kedaulatan digital bangsa.
βSumpah Pemuda hari ini punya pesan penting yakni kuasai teknologi dan kendalikan teknologi. Itu kata kuncinya,β kata Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin saat menjadi pembicara dalam National Cybersecurity Connect di Jakarta, Rabu.
Addin mengatakan tantangan era digital tidak cukup dijawab dengan mengenang sejarah perjuangan pemuda pada masa lalu, tetapi juga harus diikuti transformasi sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Ia menilai penguasaan teknologi menjadi faktor penting dalam menentukan arah peradaban ke depan. Karena itu, generasi muda perlu didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan membangun sistem perlindungan terhadap berbagai ancaman siber.
βKe depan, siapa yang menguasai teknologi, dia yang menguasai peradaban,β ujarnya.
Menurutnya, kemajuan teknologi yang berlangsung pesat turut membuka peluang penyalahgunaan, termasuk kejahatan siber yang dapat terjadi tanpa batas wilayah dan sulit terdeteksi secara langsung.
Untuk itu, upaya menjaga keamanan digital perlu dilakukan secara menyeluruh melalui penguatan sistem, regulasi, peningkatan kemampuan sumber daya manusia, serta pembentukan etika digital yang berakar pada kesadaran setiap individu.
Menurut dia, regulasi saja tidak cukup untuk mengatasi berbagai persoalan di ruang digital. Pengguna teknologi juga perlu memiliki tanggung jawab moral agar kemajuan teknologi tidak dimanfaatkan untuk merugikan orang lain maupun memecah belah masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa pemanfaatan teknologi harus sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, terutama nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan persatuan.
βTeknologi harus dibarengi dengan menjaga nilai ketuhanan, menjaga kemanusiaan, dan menjadikan teknologi sebagai alat untuk mempersatukan, bukan memecah belah,β katanya.
Dalam upaya memperkuat kedaulatan digital, Addin mengatakan GP Ansor memiliki badan siber serta mengembangkan sejumlah produk yang berkaitan dengan teknologi.
Organisasi otonom Nahdlatul Ulama itu juga berupaya meningkatkan kapasitas kader agar dapat berkontribusi dalam menciptakan ekosistem digital yang aman dan produktif.