Selain manufaktur, realisasi investasi juga menunjukkan perkembangan positif. Investasi tercatat tumbuh 7,6 persen menjadi Rp528,7 triliun. Perkembangan tersebut diikuti pertumbuhan kredit investasi sebesar 23,20 persen dan kredit modal kerja sebesar 11,89 persen.

Menurut Adhamaski, perkembangan investasi dan penyaluran kredit tersebut menjadi bagian dari indikator yang mendukung aktivitas ekonomi nasional, terutama melalui pembiayaan kegiatan usaha dan pengembangan kapasitas produksi.

Dari sisi mobilitas masyarakat, aktivitas perjalanan juga mengalami peningkatan. Perjalanan wisatawan nusantara tumbuh 9,28 persen, sementara kunjungan wisatawan mancanegara meningkat 4,63 persen. Perkembangan ini turut memberikan gambaran mengenai aktivitas ekonomi pada sektor pariwisata dan jasa.