"Kalau kita hitung rata-rata peserta itu 'spending'-nya Rp5 juta ya sudah termasuk pendaftaran, Rp5 juta kali 900 peserta berarti sekitar Rp4,5 miliar," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Jateng Anton Asfihani mengingatkan peserta agar tidak hanya mengejar catatan waktu, tetapi juga memperhatikan kondisi tubuh selama menaklukkan lintasan.
"Persiapkan diri kalian sebaik mungkin,” katanya, saat melakukan "flag off" kategori 52 kilometer.
GTR Ultra 2026 diselenggarakan oleh Escape Nice berkolaborasi dengan Karang Taruna setempat, dan tercatat di International Trail Running Association (ITRA) dan berafiliasi dengan UTMB atau Ultra-Trail du Mont-Blanc.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Jateng Sumarno mengatakan, banyaknya penyelenggaraan "trail run" di berbagai daerah merupakan bagian dari upaya mengembangkan sport tourism (pariwisata olahraga) di Jawa Tengah.
"Kita penginnya nanti di seluruh Jawa Tengah ada even 'trail run'. Ini bagian kita untuk pengembangan sport tourism di Jawa Tengah," katanya.