Dia mengatakan bahwa transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Agustus 2026 tetap tumbuh didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar dan andal serta infrastruktur yang stabil dan struktur industri yang sehat.
Secara lebih rinci, volume transaksi melalui internet dan mobile banking masing-masing tumbuh 15,12 persen yoy dan 47,08 persen yoy, termasuk transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang terus tumbuh tinggi mencapai 67,22 persen yoy, didukung peningkatan jumlah pengguna dan merchant.
Di sisi infrastruktur, volume transaksi ritel melalui BI-FAST mencapai 549 juta transaksi atau tumbuh 37,72 persen yoy dengan nilai transaksi mencapai Rp1.346 triliun.