Newsom, yang sebelumnya menjabat sebagai Wali Kota San Francisco dan Wakil Gubernur, telah menetapkan moratorium (penundaan) eksekusi pada Maret 2019, atau sekitar dua bulan setelah ia resmi menjabat sebagai gubernur. Pelaksanaan eksekusi mati terakhir kali di gelar di California pada tahun 2006, saat Arnold Schwarzenegger dari Partai Republik menjabat sebagai gubernur.
Hukuman mati masih tercantum dalam undang-undang California sebagai salah satu opsi hukuman, kecuali jika dihapuskan oleh pemilih atau badan legislatif, dan dapat diberlakukan kembali oleh gubernur-gubernur di masa mendatang.
Pada tahun 2016, para pemilih di California memutuskan untuk tetap mempertahankan hukuman mati dengan menolak referendum untuk menghapuskan eksekusi, sembari menyetujui langkah lain yang bertujuan untuk mereformasi serta mempercepat proses hukum terkait.
Jaksa Wilayah (District Attorney) Los Angeles County, Nathan Hochman, menyatakan bahwa kantornya akan terus "mengevaluasi setiap kasus yang memenuhi syarat untuk hukuman mati dengan ketelitian, kehati-hatian, dan sikap menahan diri sebagaimana yang dituntut dalam pengambilan keputusan semacam ini."
Newsom merupakan satu dari lebih dari enam gubernur di Amerika Serikat yang telah memberikan grasi massal di negara bagian masing-masing dalam beberapa tahun terakhir. Namun, langkah Newsom ini tercatat sebagai pemberian grasi bagi terpidana mati dengan jumlah terbesar sejauh ini.