NADIKABAR.COM — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan proyek Jalan Layang Non-Tol (JLNT) PJB-Muara Karang, Jakarta Utara, rampung dalam waktu maksimal tiga bulan. Penyelesaian proyek yang telah lama terhenti tersebut akan menggunakan skema pembiayaan kreatif atau creative financing.

Target tersebut ia sampaikan seusai memimpin Rapat Terbatas (Ratas) di Kantor Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (6/11). Penyelesaian JLNT tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi kemacetan di kawasan Pluit.

"Saya meminta untuk jalan layang non-tol PJB Muara Karang yang sudah dibangun sejak eranya Pak Ahok enggak selesai-selesai, dan sekarang tidak dilanjutkan, tadi saya memutuskan untuk diselesaikan. Dan saya memberikan batas waktu maksimum tiga bulan untuk diselesaikan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/11).

Menurut Pramono, penyelesaian proyek tersebut telah menemukan kesepakatan antarpihak. Koordinasi penanganannya dilakukan oleh Asisten Pembangunan Sekretaris Daerah DKI Jakarta untuk menyelesaikan berbagai kendala yang selama ini menghambat pelaksanaan proyek.

"Penyelesaiannya menggunakan creative financing. Karena memang ini ditunggu sejak lama, alhamdulillah ada titik temu dan ada kesepakatan. Yang paling penting adalah bermanfaat bagi masyarakat," tegas dia.

Di luar proyek JLNT, Pramono meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menuntaskan pembersihan tumpukan sampah liar di kawasan Hutan Kota Kepanduan sebelum akhir 2026.

Pemprov DKI juga akan memperkuat pengawasan melalui posko bersama dan kamera pengawas (CCTV) untuk mencegah pembuangan sampah ilegal kembali terjadi.

"Saya sudah menginstruksikan kepada Dinas LH untuk segera diselesaikan. Dan saya minta untuk diselesaikan pada tahun ini. Jangan kemudian tumpukan itu di-carry over di tahun depan, udahlah enggak zamannya lagi," katanya.