Sementara itu, pengerukan Kali Krukut telah mengangkat sekitar 8.507,3 meter kubik sedimentasi, dengan sisa pekerjaan sekitar 142.692,7 meter kubik.

Pengerukan kedua sungai tersebut ditujukan untuk memperlancar aliran air dan mengurangi potensi banjir di kawasan Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Pancoran. Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian antara lain Pondok Karya, Pondok Jaya, Kemang Utara IX, dan Pejaten Barat.

Di samping pengerukan, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan pemeliharaan turap di dua lokasi. Pekerjaan tersebut mencakup Kali Mampang di Jalan Poncol Jaya sepanjang 300 meter dan Kali Krukut di Kompleks Canadiyanti sepanjang 241,7 meter.

Pramono mengatakan pembenahan sungai dilakukan untuk memperkuat sistem pengendalian banjir di kawasan tersebut, bukan hanya menangani satu titik genangan.

"Targetnya bukan sekadar memperbaiki satu titik, tetapi memperkuat sistem pengendalian banjir kawasan. Pemeliharaan turap dan pengerukan harus dilakukan berkelanjutan agar aliran dari Kali Mampang menuju Kali Krukut dan Kanal Banjir Barat lebih lancar, terutama menghadapi musim hujan," katanya.

Dia menambahkan, normalisasi sungai menjadi bagian dari persiapan Jakarta menghadapi peningkatan curah hujan. Selain Kali Mampang dan Kali Krukut, pembenahan juga dilakukan di sejumlah sungai lain, termasuk Ciliwung, Cakung Lama, dan Angke, serta saluran air di berbagai wilayah Jakarta.