NADIKABAR.COM β€” Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mengembangkan angkutan kota (angkot) listrik sebagai upaya mengatasi kemacetan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pengemudi.

Menurut Dedi Mulyadi, elektrifikasi angkutan umum perlu disertai perubahan skema kepemilikan agar pengemudi tidak terus bergantung kepada pemilik kendaraan atau terbebani setoran dari hasil operasional.

β€œPersoalan ini tidak boleh menghilangkan mata pencaharian para sopir angkutan umum,” kata Dedi dalam Konferensi Insinyur se-Asia Tenggara ke-44 di Bandung, Jawa Barat, Selasa.

Dedi mengatakan angkot tua perlu diganti dengan kendaraan baru yang lebih ramah lingkungan dan dapat dimiliki langsung oleh pengemudi.

Ia menambahkan kendaraan tersebut juga diharapkan dilengkapi fasilitas yang ramah bagi anak-anak dan ibu hamil untuk meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik.

Dedi menilai kemacetan di Kota Bandung menjadi salah satu persoalan yang perlu dibenahi melalui perencanaan transportasi dan tata ruang yang lebih baik.

Sementara itu, Ketua Umum PII Ilham Akbar Habibie menyatakan kesiapan organisasinya mendukung Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mengembangkan transportasi umum yang ramah lingkungan tanpa menghilangkan mata pencaharian pengemudi.

β€œSalah satu hal yang dibahas ialah pengembangan transportasi umum, khususnya angkutan kota atau angkot, agar lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan tanpa menghilangkan lapangan pekerjaan bagi para pengemudinya,” kata Ilham.

Ilham menjelaskan kendaraan listrik untuk angkot dapat menggunakan platform dan standar dasar yang sama, sedangkan desainnya disesuaikan dengan karakteristik setiap daerah.