NADIKABAR.COM — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memperingatkan soal ancaman kiamat ekologis dan bencana tanah longsor masif di kawasan Bandung Selatan, buntut dari alih fungsi lahan perkebunan teh menjadi tanaman sayuran komersial.

Peringatan tersebut dilontarkan Dedi Mulyadi di Bandung, Kamis, menyikapi aksi perusakan sedikitnya 5.000 pohon teh di sekitar 0,4 hektare lahan milik PTPN I Regional 2 Kertamanah, Pangalengan, Kabupaten Bandung, yang digergaji oleh oknum tak bertanggung jawab sehingga memicu kemarahan Aliansi Petani Pangalengan (APP).

Dedi menggarisbawahi bahwa fokus utamanya bukan pada pusaran konflik agraria yang kemungkinan melatarbelakanginya, melainkan pada hilangnya tanaman berakar kuat yang memiliki fungsi vital konservasi tanah dan pencegahan bencana alam di kawasan lereng pegunungan.