NADIKABAR.COM — Bantuan itu secara simbolis diserahkan Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah Imam Maskur dan pelaksana Bidang Pendayagunaan baznas Provinsi Jateng Imam Ihwandi kepada perwakilan mahasiswa di Semarang, kemarin.
Imam mengatakan bantuan tersebut merupakan instruksi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. Menurutnya, gempa yang melanda NTT tidak hanya mengguncang infrastruktur, tetapi juga berdampak pada perekonomian warga.
Dampak tersebut turut dirasakan mahasiswa asal NTT yang tengah menempuh pendidikan di Jawa Tengah. Kiriman uang dari keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup, termasuk membayar indekos, menjadi terhambat.
"Mereka banyak yang terimbas dari gempa. Otomatis, pendapatan keluarganya ada yang menurun, bahkan ada yang tidak bekerja. Pak Gubernur (Luthfi) merespons keinginan mahasiswa itu untuk dibantu biaya kos selama tiga bulan," ujar Imam dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10/2026).
Untuk merealisasikan bantuan tersebut, Pemprov Jateng menggandeng Baznas Jateng dan Bank Jateng. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 374.247.000, terdiri atas bantuan dari Bank Jateng sebesar Rp 348.402.000 dan Baznas Jateng sebesar Rp 25.845.000.
Imam berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban ekonomi mahasiswa asal NTT yang terdampak gempa.
"Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melihat bantuan itu sebagai bagian dari perhatian, kepada sesama saudara dalam NKRI," pungkas Imam.
Sebelumnya, Gubernur Ahmad Luthfi telah mengunjungi kos mahasiswa NTT pada September lalu. Saat itu, bantuan logistik makanan juga diberikan pada mahasiswa. Selain itu Pemprov Jateng juga mengirimkan bantuan logistik, relawan, tenaga medis, obat-obatan ke NTT sebanyak dua tahap di bulan Agustus dan September.