Ia mencontohkan kawasan Kakap sebagai salah satu wilayah pesisir yang membutuhkan kelancaran pasokan BBM untuk mendukung aktivitas nelayan. Pertamina dan AKR telah berkomitmen mencari solusi konkret agar pasokan solar dan BBM bersubsidi kembali lancar serta tepat sasaran.
Pemprov Kalbar, kata dia, akan terus mengawal upaya penanganan persoalan distribusi BBM tersebut agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Selain BBM, rapat koordinasi itu juga membahas pemadaman listrik bergilir selama dua jam yang dikeluhkan warga.
Ria menjelaskan PLN menyampaikan bahwa pemadaman berkaitan dengan perbaikan dan pemeliharaan PLTU Bengkayang. Proses pemeliharaan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu hingga 54 hari.
Meski demikian, Pemprov Kalbar mendesak PLN agar mempercepat proses pemeliharaan semaksimal mungkin sehingga pemadaman listrik tidak terus mengganggu kegiatan masyarakat maupun perekonomian daerah.