"Perbaikan jalan tidak bisa ditawar, karena menyangkut hajat hidup masyarakat secara langsung di berbagai sektor strategis. Sebab jalan adalah urat nadi utama ekonomi, sosial, pendidikan, dan lain-lain semua butuh jalan," katanya.

Dia melanjutkan rekonstruksi jalan yang memiliki anggaran mencapai Rp6,8 miliar, di Kabupaten Lampung Utara tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam memastikan konektivitas infrastruktur jalan di seluruh kabupaten dan kota berjalan optimal serta merata.

"Pembenahan infrastruktur transportasi darat merupakan fokus utama pemerintah daerah, guna mendorong mobilitas masyarakat dan percepatan pertumbuhan ekonomi kawasan. Selanjutnya penting pula dilakukan kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten agar pembangunan ruas jalan tidak berjalan terpisah, melainkan saling tersambung satu sama lain," ucap dia.