"Sekali lagi, teknologi adalah kekuatan. Indonesia perlu mencipta, mengembangkan, menguasai, dan mengamankan teknologi," ujar Ace dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10/2026).
Ace menegaskan geopolitik bukan sekadar memahami peristiwa dunia, melainkan bagaimana perubahan global tersebut berdampak langsung pada Indonesia. Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif agar kesadaran geopolitik dapat menjadi modal adaptasi dan kontribusi nyata bagi ketahanan nasional.
"Indonesia Emas 2045 bukan hanya tentang Indonesia yang akan kita tinggali, tetapi juga tentang Indonesia yang kita bentuk hari ini," kata Ace.
Turut mendampingi Gubernur Lemhannas RI, yaitu Plt. Deputi Pengkajian Strategik Lemhannas RI, Ipung Purwadi, Tenaga Profesional Bidang Sumber Kekayaan Alam Lemhannas RI, Dadan Umar Daihani, Tenaga Profesional Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Lemhannas RI, Andi Heru Wahyudi, Inspektur Lemhannas RI, Udin Zainudin, serta sejumlah pejabat struktural dan fungsional Lemhannas RI.
Hadir dalam kegiatan di Universitas Hasanuddin, antara lain Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T.; Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi (WRKMAA), Dr. Andryanto Rikrik Kusmara, S.Sn., M.Sn.; serta jajaran pejabat ITB.