NADIKABAR.COM — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menyebut KARSA NUSA 2026 sebagai ekosistem kolaborasi riset dan pembangunan untuk memperkuat hilirisasi komoditas, meningkatkan produktivitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“NTT memiliki kekayaan sumber daya alam, budaya, dan ekonomi yang besar. Namun, tantangan produktivitas, konektivitas, biaya distribusi, kualitas sumber daya manusia, serta keterbatasan pengolahan komoditas masih menjadi persoalan,” kata Melki di Kupang, Selasa.

Ia mengatakan neraca perdagangan NTT yang defisit sekitar Rp50 triliun menunjukkan bahwa daerah itu masih bergantung pada produk dari luar dan perlu meningkatkan kapasitas produksi agar mampu menghasilkan komoditas yang kompetitif.

Menurut dia, penguatan hilirisasi, peningkatan nilai tambah komoditas, dan investasi perlu didorong untuk memperluas kesempatan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ke depan, saya berharap KARSA NUSA terus berkembang menjadi ruang kolaborasi yang menghubungkan penelitian dan kebutuhan pembangunan,” katanya.