Dengan berfungsinya gedung baru ini, Maluku Utara kini memiliki dua pusat penanganan jantung dan melengkapi fasilitas serupa yang sebelumnya telah tersedia di Kabupaten Halmahera Utara. Dia pun menyinggung layanan ini sangat krusial dalam menjamin kesetaraan akses kesehatan di wilayah kepulauan.
"Satu jam bagi warga yang terkena serangan jantung adalah waktu krusial yang menentukan hidup dan mati. Jarak kepulauan tidak bisa kita dekatkan, tetapi dengan sistem penanganan yang tepat, kitalah yang harus mendatangi masyarakat," jelasnya.
Lebih lanjut Sherly mengingatkan tantangan riil pada 10 kabupaten/kota. Masalah klasik seperti keterlambatan penanganan, kekosongan stok obat, dan kerusakan alat medis harus segera dituntaskan melalui sistem yang cepat, tepat, berkapasitas, dan ekonomis.
Sherly juga mengapresiasi dukungan Kemenkes yang pada tahun lalu telah membangun tiga rumah sakit berfasilitas Therapeutic Hypothermia Treatment Center (THTC) di Kepulauan Sula, Pulau Taliabu, dan Halmahera Timur demi memperkokoh ketahanan kesehatan terpadu.