Sementara itu, dr. Iwan Dakota memaparkan urgensi prioritas layanan jantung. Dia mengatakan data nasional menunjukkan penyakit jantung menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
"Dari total anggaran BPJS Kesehatan tahun 2025 yang mencapai Rp50 triliun, sebesar 17,8 triliun terserap khusus untuk penanganan penyakit jantung. Atas dasar angka tersebut, efisiensi pelayanan penyakit jantung di daerah mutlak ditingkatkan," jelas dr. Iwan.
Program pemberdayaan rumah sakit daerah ini sebenarnya sudah dirintis sejak 20 tahun lalu, namun baru mendapatkan dukungan penuh dalam 5 tahun terakhir. Dia menekankan keberhasilan RSUD Chasan Boesoirie baru dianggap final saat rumah sakit tersebut mampu melakukan bedah jantung terbuka secara mandiri.
"Target kami pada tahun 2030, masyarakat Maluku Utara tidak perlu lagi dikirim atau dirujuk ke Surabaya. Cukup tim pengampu nasional yang datang ke sini," tambah dr. Iwan