NADIKABAR.COM β€” Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengajak semua pihak untuk fokus memikirkan kondisi masyarakat Sumut, seperti ketimpangan pembangunan di daerah.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut berupaya melakukan pemerataan pembangunan di setiap daerah agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.

"Hari ini yang perlu kita pikirkan itu, masyarakat ya. Masyarakat hari ini masih banyak yang kondisinya kesulitan, masih banyak masyarakat yang mengeluhkan kebutuhan-kebutuhan dasarnya. Saya rasa harus diutamakan itu," kata Bobby menjawab media saat ditanyakan isu pemakzulan usai menghadiri pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut Ameriza Ma’aruf Moesa di Kantor Gubernur Sumut, Jumat.

Gubernur berharap kolaborasi antara Pemprov Sumut, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkecil kesenjangan pembangunan, terutama di Kepulauan Nias.

Pihaknya menyebutkan, sekitar 10 kabupaten/kota di Sumatera Utara mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif pada 2026, sementara sejumlah daerah lainnya masih berada di bawah rata-rata.

"Pertumbuhan tidak begitu merata, mungkin sekitar 10 kabupaten/kota. Tantangannya di Sumut ada yang sangat baik sekali, dan buruk sekali. Kita masih punya daerah tertinggal di Kepulauan Nias, mudah-mudahan kita bisa mengurangi ketimpangan itu," kata Bobby.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan, Provinsi Sumatera Utara memiliki potensi besar dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Pihaknya terus berupaya menempatkan sumber daya manusia terbaik untuk mendukung pelaksanaan kebijakan ekonomi di daerah.

"Kami selalu berupaya menempatkan orang-orang kami yang luar biasa di Sumut. Orang yang mampu mengimplementasikan kebijakan dari pusat ke daerah, sehingga kebijakan tersebut berjalan baik,” kata Destry.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut yang baru Ameriza Ma’aruf Moesa memproyeksikan ekonomi Sumut tumbuh sebesar 5,11 persen pada 2026.

Untuk mendorong pertumbuhan tersebut, Bank Indonesia akan mengoptimalkan potensi sektor ketenagakerjaan dan pariwisata.

"Tahun ini kami prediksikan ekonomi tumbuh 5,11 persen, dan inflasi sekitar 3,1 persen. Ini bisa kita capai dengan kolaborasi dan sinergi yang sudah kita miliki selama ini," kata Ameriza.