Di sidang pleno tersebut, Nusron langsung angkat bicara merespons namanya yang tidak memenuhi syarat. Ia mengapresiasi para pengurus cabang dan pengurus wilayah yang mengusulkan namanya sebagai caketum PBNU.

"Saya ucapkan terima kasih kepada pengurus cabang dan wilayah yang mungkin dengan lucu-lucuan, iseng-iseng berhadiah menulis dan mengusulkan nama saya. Semoga kelucuan ini tidak berlanjut. Karena saya sadar saya memang pejabat politik, saya memang basicly-nya ada di situ sehingga untuk disodorkan kepada AHWA memang itu bukan kapasitas dan bukan makom saya. Khidmat tidak hanya menjadi ketua umum, di tempat yang lain bisa khidmat kepada jamiyah NU," jelasnya.

Sidang pleno pun mencari pengganti Nusron sebagai caketum urutan kelima yang akan disodorkan ke Rais Aam dan AHWA. Pengasuh Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salaf Tegalrejo Magelang KH Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf di urutan keenam dengan 176 suara otomatis naik. Namun, Gus Yusuf dinyatakan tidak memenuhi syarat karena pernah menjadi pengurus parpol dalam 1 tahun terakhir.

Kemudian muncul nama Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di urutan 7 dengan 174 suara. Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU ini juga dinyatakan tidak memenuhi syarat karena saat ini menduduki jabatan politis, yakni Menteri Sosial. Barulah nama KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin di urutan 8 dengan 155 suara dinyatakan memenuhi syarat administrasi.