NADIKABAR.COM β€” Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, mengalami erupsi sebanyak dua kali pada Jumat.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Suwarno, Jumat, mengatakan peningkatan aktivitas vulkanik tersebut terus dipantau secara intensif melalui pengamatan visual maupun instrumental guna mengetahui perkembangan aktivitas gunung api secara berkelanjutan.

β€œTelah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau, Lampung Selatan, pada 9 Oktober 2026 pukul 18.28 WIB dan 18.34 WIB. Tinggi kolom erupsi tidak teramati,” katanya.

Ia menjelaskan Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Status Level II atau Waspada. Oleh karena itu masyarakat dan pengunjung diminta mematuhi rekomendasi keselamatan dengan tidak mendekati gunung api tersebut atau melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif.

Menurut dia, pemantauan aktivitas vulkanik dilakukan secara intensif selama 24 jam melalui pengamatan visual dan instrumental untuk mengetahui perkembangan kondisi gunung api tersebut.

Hasil pengamatan menjadi dasar dalam menentukan langkah mitigasi serta mengantisipasi potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas vulkanik.

Suwarno juga mengingatkan nelayan yang beraktivitas di perairan Selat Sunda agar memperhatikan informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau serta kondisi cuaca sebelum melaut.

Selain itu masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan mengacu pada keterangan resmi dari lembaga berwenang.

Suwarno berharap kepatuhan terhadap rekomendasi keselamatan dan pemantauan informasi secara berkala dapat membantu mengurangi risiko bencana serta menjaga keselamatan masyarakat di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.