Dia menjelaskan bahwa tak lama berselang, aktivitas vulkanik gunung api aktif tersebut kembali bergejolak. Gunung Dukono tercatat kembali mengalami erupsi pada pukul 09:53 WIT, meskipun tinggi kolom abu pada letusan kedua ini tidak teramati secara visual akibat tertutup awan atau kabut.

Letusan kedua tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum yang lebih besar, yakni mencapai 31 mm, dengan durasi gempa selama 44,76 detik.

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Dukono masih berada pada Status Level II atau Waspada.