Namun, setelah status dinaikkan menjadi Waspada, seluruh aktivitas pendakian tidak lagi diperbolehkan.

"Dulunya kalau Normal radius 1,5 kilometer, masyarakat pendaki tetap mendekati kawah. Namun saat ini kami larang, tidak bisa ada pendakian," ujarnya.

Berdasarkan laporan Badan Geologi, peningkatan aktivitas Gunung Gamkonora ditandai dengan bertambahnya frekuensi gempa vulkanik dangkal sejak 29 Oktober 2026.

Frekuensi gempa tersebut meningkat dari rata-rata kurang dari dua kejadian menjadi sembilan kejadian per hari. Sementara itu, gempa vulkanik dalam juga meningkat dari rata-rata kurang dari empat kejadian menjadi lima kejadian per hari.

Hasil pengamatan instrumental selama Oktober 2026 mencatat sebanyak 129 kali gempa Tornillo, lima kali gempa frekuensi rendah, 28 kali gempa vulkanik dangkal, 79 kali gempa vulkanik dalam, 105 kali gempa tektonik lokal, dan 475 kali gempa tektonik jauh.