Sementara itu, pada periode 1-5 November 2026 tercatat 13 kali gempa Tornillo, tiga kali gempa frekuensi rendah, satu kali gempa vulkanik dangkal, delapan kali gempa vulkanik dalam, 23 kali gempa tektonik lokal, dan 70 kali gempa tektonik jauh.
Dari hasil pengamatan visual, Gunung Gamkonora terpantau jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis dan ketinggian sekitar 30-50 meter dari puncak.
Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi tersebut, Badan Geologi mengimbau masyarakat, pengunjung, dan wisatawan untuk tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat erupsi Gunung Gamkonora.
Masyarakat juga diminta mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan Badan Geologi serta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak benar dan tidak bertanggung jawab mengenai aktivitas gunung api tersebut.
Badan Geologi menyatakan evaluasi tingkat aktivitas Gunung Gamkonora akan dilakukan secara berkala atau sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. Status Waspada dan rekomendasi yang berlaku tetap dipertahankan hingga diterbitkan laporan evaluasi berikutnya.